Today was a fairytale

Sabtu, 17 Maret 2012

Dear pak presiden

Dear Pak Presiden

Saya juga tidak yakin bapak membaca postingan saya
Tetapi yaa imposible is nothing right?
Bisa saja suatu hari nanti ada yang membaca postingan saya ini dan memanggil pers lalu heboh diberita-berita dan sampai di kediaman bapak haha, saya bermimpi.
Maaf jika saya lancang dan tidak sopan
Saya bertujuan baik saat memutuskan membuat dan memostingkan postingan ini
Saya hanya mau curhat soal pendidikan pak
Kenapa ya biaya pendidikan dinegara kita semakin tahun semakin meningkat saja? Sedangkan perekonomian rakyat semakin turun? Bagaimana itu menurut bapak?
Saya tidak tau dimana letak salahnya dalam kasus ini, saya juga masih mencari-cari dimana titik kesalahan untuk masalah ini, tetapi saya masih belum berhasil menemukan pak
Baik, maaf berpanjang lebar
Kita semua tau kan ya pak? Bahwa pendidikan diberi dan diterima oleh pihak yang bersangkutan guna untuk menambah ilmu, mengembangkan wawasan dan berguna untuk masa depan.
Dan seperti yang kita ketahui bahwa segala hal itu beregenerasi kan ya pak? Nah para generasi muda menurut saya seharusnya mendapatkan penidikan yang layak pak, toh juga kalau kami pinter negara kita juga yang maju, benarkan?
Bapak bayangkan jika setiap generasi muda zaman sekarang semuanya mendapat pendidikan, dan semuanya pinter dan berpendidikan, baik dalam ilmu pengetahuan maupun perilaku, bagaimana indahnya hidup dan suksesnya negara kita..
Bisa bapak bayangkan?
Lalu sekarang kenapa malah banyak generasi muda yang terlantar?
Bapak tau jawabannya?
Mari saya bantu menjawab..
Mereka terlantar karena mereka terpaksa pak, terpaksa menunda untuk menjadi pinter, terpaksa berpanas-panasan dijalan,terpaksa bekerja dulu lalu bersekolah,terpaksa melarat, terpaksa menjadi daftar rakyat miskin dan terpaksa menyusahkan negara.
Kenapa menunda menjadi pinter? Karena mereka belum diterima karena mereka tidak punya uang untuk mendapatkan pendidikan itu.
Kenapa mereka terpaksa berpanas-panasan dan mencari kerja atau bekerja terlebih dahulu? Karena mereka membutuhkan uang untuk mendapatkan pendidikan itu
Dan kenapa mereka terpaksa menjadi rakyat yang pintar namun miskin dan menyusahkan negara? Ya karena mereka tidak mendapat pendidikan yg seharusnya mereka dapatkan pak
Kesimpulannya? Iya kesimpulannya adalah uang pak
Uang yang mengatur segalanya, biaya yang teramat mahal itu lah yang membuat sebagian orang harus menyudahi mimpi mereka
Kedua pak,
Yang kedua ini saya mau membahas soal ke(tidak)adilan nilai standar kelulusan.
Kita semua tau pak bahwa negara kita terdiri dari ribuan pulau kecil dimana beberapa dari pulau itu sulit dijangkau, benar?
Nah, mentri pendidikan menetapkan angka 5,50 untuk bisa lulus dalam sekolah, baik sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas
Oke, saya mewakili siswa-siswi lain bisa terima, ASAL setiap sekolah itu sama.
Sama maksud saya disini adalah ketersediaan fasilitas, kelayakan bangunan, ketersediaan tenaga pengajar, dan aspek lainya
Pak, sekolah-sekolah dibanyak kabupaten kota itu banyak sekali yang belum layak pakai, belum bagus
Kita tidak menuntut sekolah kita harus gedung bertingkat setinggi langit, kita hanya mau kelayakan pak
Bukankah untuk pendidikan itu ada anggarannya? Kemana itu?
Sekolah itu tempat mendapat ilmu, bukan tempat menghantar nyawa
Nah soal nilai standar tadi
Bagaimana mungkin mentri pendidikan menetapkan nilai segitu untuk mencapai kelulusan disetiap sekolah? Sedangkan TIDAK semua sekolah itu sama, fine, kalo sekolah dikota mungkin wajar SKL nya segitu, kenapa? Mereka punya sekolah dengan gedung yang bagus, indah, nyaman dan berfasilitas lengkap, lalu bagaimana dengan sekolah didaerah terpencil yng hanya menggunakan tenda dan dengan bangunan lapuk? Dan juga terbatasnya tenaga pengajar serta susahnya menembus tempat itu? Haruskah mereka mencapai nilai segitu juga untuk bisa lulus?
Nah seharusnya bapak-bapak sekalian berfikir dan memikirkan itu juga, ini tidak adil kan?
Saya yakin bapak sering menonton tv dikediaman bapak dan melihat berita yang berkembang
Andaipun tidak sering yaa setidaknya pernahlah kan ya pak?
Nah bapak pernah lihat berita kalau waktu kelulusan? Banyak yang berurai airmata, banyak yang frustasi dan pada akhirnya gila atau bunuh diri, kenapa mereka begitu? Ya karena nilai standar yang tidak adil itu, seperti yg saya katakan diatas tadi bahwa setiap sekolah itu tidak sama, dan bahkan 60% sekolah dinegara kita ini tidak layak pakai, 80% tidak berfasilitas lengkap, lalu bagaimana murid bisa mengejar nilai setinggi itu dengan keadaan yang minim ini?
Sekarang sampailah saya pada akhir pembahasan pak
Inti dari postingan saya adalah, keadaan negara kita memburuk setiap tahunya untuk bidang pendidikan karena sekarang setiap tahunnya negara kita memproduksi rakyat tidak mampu, orang kriminal, dan anak jalanan semenjak biaya pendidikan semakin meningkat
Bagaimana mungkin negara kita bisa maju dengan keadaan seperti ini?
Pahami lah pak, kami-kami inilah yang nantinya penerus bapak dan petinggi negara lainnya, berilah kami kesempatan untuk mendapat pendidikan yang layak dan keadilan pak, ini juga berguna untuk semua rakyat dan ketahanan negara dimasa depan pak, saya tidak tau ini salah siapa, saya juga tidak tau ini sebenarnya salah bawahan bapak yang mengada-ada sendiri soal biaya, peraturan atau lain-lain, atau ini memang sudah acc dari bapak, entahlaah
Kami juga tidak ingin tau, yang saya dan kami mau adalah tolonglah dipikirkan kembali segala hal tentang pendidikan ini pak
Setidaknya meminimkan dananya walau hanya sedikiit atau mendirikan lebih banyak sekolah gratis bagi siswa yang tidak mampu
Sebelumnya maaf jika saya terlalu lancang pak
Dan saya juga mau mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas waktu bapak membaca postingan saya ini
Saya harap setelah ini semua akan berubah seperti yang saya dan kami harapkan J
Salam hormat dari saya pak, Isabella Roselini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar