Baik,
kali ini saya mau membahas soal kalian. Yes you all. Kenapa saya pada akhirnya
memutuskan mau membahas ini???????? Karena kalian ngelunjak. Malah jadi “LUPA
DIRI” mengapa saya mengatakan demikiaaaaannnn?????????????? Ya karena pada
faktanya memang begetoooooo.. belum mengerti dengan maksud pembahasan saya?
Hahaha ya jelas saja demikian, orang saya belum masuk pada penjelasan weeek :p
hahaha
Now,
lets talk about this .
Teruntuk
kalian yang sangat baik hati.. saya sebelumnya mau berterimakasih kepada kalian,
terimakasih sekali karna membantu saya menghapus dosa-dosa saya dengan sukarela
:’) terimakasih sekali. Tenang! Tenang! Kalo kalian belum mengerti saya maklum,
karena sampai pada kalimat ini pembahasannya masih memasuki kata sambutan haha
Baik
kita mulai perlahan namun pasti *jiaaaaahh*
Entahlah,
entah saya yang tidak tau atau terlalu bodoh dalam menilai kalian, tapi yang
pasti atas rentetan kejadian ini saya mendapat beberapa kesimpulan. Diantaranya
: waktu 3 tahun ini kurang untuk memahami asli kalian J
Kenapa
saya katakan kurang? Karena buktinya pada faktanya prediksi dan simpulan saya
selama ini salah. Kalian tidak seperti yang saya kira. Kalian tidak seindah
penglihatan saya. Maaf, kalian sedikit busuk.
Maaf
sekali jika saya terlalu kasar dalam penyampaian ini.
Begini.
Bukan kah kita teman? Dan sebelumya ada sedikit kalimat yang mungkin
kedengarannya sumbang atau apalah ditelinga sempurna kalian..
Mengatakan
bahwa :
“setiap orang memang punya
hak. Dan berhak untuk tidak menyukai seseorang, tapi bukankah seharusnya kita
menyimpannya untuk diri kita sendiri?”
“tidak menyukai banyak orang
bisa saja diartikan bahwa pemikiran kita masih rendah, kenapa? Karena kita
tidak bisa melihat sisi positif dari orang yang tidak kita sukai tersebut dan
masih membiarkan diri untuk terjebak dalam pemikiran buruk tentang sisi
negatifnya”
Maksudnya
disini adalah kita bisa dan boleh saja tidak menyukai seseorang, tapi bukan
berarti menghakiminya kan? Bukan berarti harus mengajak orang lain hingga
membentuk komunitas untuk ikut juga membencinya.. itu cara yang teramat salah.
Jika kita tidak menyukainya seharusnya kita belajar dari orang-orang yang
menyukainya, kenapa mereka bisa berfikir positif sedangkan kita tidak? Bukankah
demikian?
Mungkin
bagi kalian membentuk komunitas yang seperti itu adalah hal yang menyenangkan,
itu terserah kalian tapi ingatlah kalau dia bukan satu satu nya orang yang
pernah melakukan salah. Berkaca. Kalian tidak sepantasnya mengobrak-abrik
hidupnya.. setidaknya kalian harus berfikir, saya beri contoh. Jika anda ingin
membongkar rahasia yang pernah dititpkan orang yang tidak anda sukai itu,
kalian seharusnya menebalkan-menggaris bawahi- memberi tanda kutip pada kata
“menitipkan/dititipkan”. Coba kembali pada kata-kata “menitipkan”. DIA yang
tidak anda sukai itu pernah menitipkan sesuatu yang bersifat rahasia pasti
dengan alasan tertentu. Barangkali dengan alasan kalau menurutnya ANDA BISA
DIPERCAYA, ANDA ADALAH TEMAN YANG MEMILIKI PEMIKIRAN DEWASA, TEMAN YANG ASIK,
tapi tiba-tiba hanya karena hal yang tak nyata dan tak jelas anda sebisa
mungkin mengobral itu semua. Mengerikan bukan? Bagaimana kalau anda diposisi
dia? Bagaimana jika rahasia atau cerita kalian yang sedang diobral?
ME-NAK-JUB-KAN.
Dan
satu hal lagi kalian setidaknya ingat bahwa dulu kalian sering menghabiskan
waktu bersama, bertukar cerita, berbagi apa saja. lalu kenapa sekarang malah
kebalikannya? Ingat, jika kalian mengatakan dia yang kalian benci dengan
sebutan “setan” “hantu” “kunti” dansebagainya, kembalikan pada anda sendiri.
Itu semua berarti kalian pernah berhubungan baik dengan si “setan” “hantu” atau
“kunti” itu. Malu ga? Kalo saya sih malu pernah temenan dekeeet trus sekarang
malah ngata-ngatain. Itu berarti kita bodo! Bodo karna mau berteman dengan
mereka dulunya. Dan secara tidak langsung mempermalukan diri sendiri.
Lagi,
selanjutnya. Baik. Semua orang melakukan sesuatu pasti beralasan. Seperti
halnya kita, tidak menyukai mereka. Pasti ada alasannya dong ya? Lalu bisakah
kita menoleh kesebelah sebentaaarrr saja untuk coba berfikir juga bahwa orang
yang tidak kita sukai itu melakukan hal yang tidak kita sukai juga dengan
mengantongi beberapa alasan? Bukankah demikian?
Lalu
sekarang kenapa kita hanya memikirkan ego kita saja? kesal boleh dongkol juga
boleh bencipun itu hak masing masing, tapi ga perlu ngumbar kan? Seharusnya
kita maluuu malu banget. Kenapa? Ya jelas malu, coba fikirkan lagi. Kenapa
banyak yang ingin berteman dengannya sedangkan kita yang sudah punya status
teman malah menggerutu tidak jelas hanya karna hal sepele yang bisa dibicarakan
baik-baik *tanpa emosi dan bentakan* itu namanya kita aneh. Benar? Yaiya dong
benar.
Sekarang
masuk pada inti pembahasan .
Pada
intinya, apa masalah saya dengan kalian ? jika jawabannya “kami hanya tidak
suka dengan kelakuan dan sifat kau” maka jawabannya adalah tidak semua orang
pula yang suka dengan kelakuan dan sifat kalian J bukan kah demikian? Lalu sekarang? Apa lagi? Bisakah secara
spesifik? Saya rasa yg tidak suka pada saya karena dua alasan itu bukan anda
saja. pasti ada anda anda yang lain. Tapi kenapa mereka diam ya? Tidak se-KEPO
kalian ya? Kenapa mereka tidak bergabung bersama kalian dan membentuk komunitas
lalu kegiatan wajibnya adalah mengata-ngatain saya. Membahas soal keburukan
saya. Kesalahan-kesalahan saya yang juga pernah kalian perbuat? Kenapa begitu?
Jadi sekarang gimana dong? Kalian yang terlalu KEPO dan NORAK? Atau mereka yang
terlalu baik? Aku rasa jawabannya tidak benar dua-duanya. Kalai menurut
pemikiranku yang sederhana ini..... mereka tidak berkelakuan atau berperilaku
seperti kalian karena mereka cerdasssss dass dasssss .. mengapa saya katakan
mereka cerdas? Ya karena mereka memang cerdas. Saya rasa yang tidak mereka
sukai juga bukan hanya saya. Dan mereka lebih bisa mengendalikan diri, hati dan
keadaan. Tidak seperti kalian yang “pantang” bangeeuuddhh haha
Kalian
tau bagaimana tanggapan saya atas hal ini? Atas perlakuan kalian? Sikap dan
sifat jelek kalian yang tanpa sadar sudah kalian buka dimata umum? Jawabanya
adalah : SAYA SENANG .
Alasannya
adalaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhh...................
Saya
senang bukan karena saya gila atau sejenisnya. Saya senang karena sesungguhnya
saya jauh lebih berhasil daripada kalian. Saya jauh lebih hebat. Saya jauh
lebih terhormat. Saya jauh lebih berpendidikan. Membuat saya jauh lebih sabar.
Jauh lebih sering berbicara pada tuhan. Dan jauh lebih bersih dari dosa J
Saya
senang sekali karena kalian sangat perhatian sama saya. Memperhatikan apa saja
yang saya lakukan lalu bereaksi dan mengomentari. Kalian perduli dengan
keuangan saya, dengan waktu saya yang sering terbuang dengan kebanyakan jalan
jalan. Kalian perhatian dengan saya dengan selalu berpendapat terhadap siapa
saja yang sedang dekat dengan saya. Dengan pria-pria yang sedang keep
connection dengan saya. Dengan siapa saja yang mengajak saya berteman baik.
Dengan apa saja yang saya makan, Dan yang saya salut sekali kalian sampai
perhatian dengan orang tua saya yang sibuk cari uang untuk saya. Waaaah hebat
sekali..
Eh
eh sebelumnya maaf yaaa, pernah tidak kalian berfikir kalau diri kalian sendiri
perlu diperhatikan. Perlu hiburan. Bukan harus menghabiskan waktu dengan selalu
memusingkan apasaja yang saya lakukan. Kasian otak dan batin kalian
bertentangan. Oh oh atau jangan jangan kalian menganggap kalau membahas semua
kekurangan dan kejelekan saya adalah sebuah hiburan? Waaah kalo gitu ribet
urusannya. Ini kalian yang gondes atau apa ya? Oh oh atau kalian mau saya ajak
mencari hiburan yang lebih real? Saya bersedia menjadi guide kalian ;) ga ga
saya ga perlu bayaran kok hehe asal kalian senang aja udah puas banget saya.
Dapet pahala lagi J jadi gimana? Mau? Ayolaaaaah haha .. yaudah
soal itu fikir-fikir dulu yaa, saya kasi
waktuu :* muah haha
Izinkan
saya sedikit berbicara lantang ya..
Pada
pembahasan kalian tentang saya tentang mall, apa salah jika saya sering ke
mall? Sering keliling? Sering jalan jalan? Tentang siapa saja yang dekat dengan
saya, apa salah jika saya banyak teman? bukankah itu berarti saya lebih hebat?
Dan tidakkah kalian sadar kalau sikap kalian yang seperti itu sama saja
menyatakan kalau kalian *maaf* IRI terhadap saya? Terhadap apa saja yang saya
miliki? Terhadap siapa saja yang berteman dengan saya? Terhadap pria-pria yang
mngagumi dan menyukai saya? Terhadap baju tas dan sepatu yang saya beli?
Terhadap uang yang diberikan ayah-ibuku untukku? Terhadap apa saja? aneh.
Kalian aneh sekali. Apa yang jadi masalah untuk kaliaaaaann?? Bukankah kalian
juga punya uang? Punya banyak teman? punya kemampuan memilih barang yang bagus?
Punya wajah yang tidak jelek? Lalu? Satu hal yang terakhir ya, tentang orang
tua saya. FIKIRKAN BAGAIMANA KELUARGA KALIAN? APAKAH SUDAH SANGAT SEMPURNA? APAKAH
KALIAN SUDAH SANGAT BISA MENGHARGAI USAHA ORANG TUA KALIAN? APAKAH KALIAN SUDAH
MEMBANGGAKAN MEREKA? Saya rasa belum. Dan saya rasa mereka akan sangat malu dan
sedih. Kenapa? Karena ANAK MEREKA PUNYA HOBI YANG TIDAK BAIK, MENCERIKATAKAN
KEJELEKAN ORANG LAIN, MENGHASUT, DAN MENGATA-NGATAIN orang lain haha
Pesan
saya, perbaiki dulu diri masing-masing. Oke?
Satu
lagi. Seburuk-buruknya sifat saya, saya masih punya sifat baik seperti halnya
kalian dan siapa saja. Dan sebaliknya, sebaik-baiknya kalian, kalian juga punya
sifat buruk yang berukuran sama dengan siapa saja . karna pada dasarnya semua
punya kesempatan yang sama .