Today was a fairytale

Selasa, 17 April 2012

“sebentar lagi”


Sedih sekali jika mengingat kenyataan bahwa “sebentar lagi” itu “sebentar lagi” benar-benar akan menjadi nyata.
Umm..
Saya akan sangat merindukan keadaan ini. Keadaan dimana saya selalu kesal sendiri saat saya tiba disekolah dan keadaan disekolah persis kuburan. Maksudnya yaa mengerikan. Sepi. Hanya ada 2 atau 3 orang siswa saja yang baru hadir dan sisanya saya. Menyebalkan bukan? Tapi kemudian saya menganggap keadaan ini sebagai kesenangan. Moment indah. Hal ini terasa saat saya melihat indahnya menyaksikan matahari terbit. Dan ini memaksa saya untuk melihatnya lagi dan lagi besok. Lalu naik keatas. Menarik kursi yang sudah ada disitu sedikit kedepan untuk lebih jelas melihat pergerakan mentari. Setelah itu tanpa disadari perlahan penghuni sekolah sudah bertambah jumlahnya. Lalu beranjak dari tempat itu. Kembali kekelas. Belajar. Tidur. Bercanda. Tertawa. Menggoda. Menyenangkan sekali .
Saya dulu sering mengatakan bahwa saya bosan belajar. Saya bosan menonton tv putih raksasa didepan kelas yang digunakan para guru untuk menuliskan materinya. Saya lelah piket. Saya malas untuk hadir dalam pelajaran olahraga karena saya tidak suka LARI, maka dari itu saya ingin menghindarinya. Saya kesal dengan kelakuan beberapa anak kelas saya yang terkadang menyebalkan dan diluar batas. Saya benci pekerjaan rumah. Saya tidak suka ulanan. Dan hal yang paling saya suka dulu adalah presentasi. Kenapa? Karena keadaannya lebih santai.
Tapi sekarang?
Saya bahkan merindukan guru masuk kelas. Saya ingin mengerjakan PR. Saya ingin mengenakan seragam olahraga lalu berlari bersama lagi. Saya ingin memperhatikan keterangan dari materi yang para guru berikan. Saya ingin teruas mendengar motivasi yang biasa beberapa guru berikan. Saya ingin piket. Saya ingin datang terlambat agar ditegur dan dihukum guru kesiswaan. Saya ingin datang lebih awal lagi agar bisa menyaksikan matahari terbit lagi. Saya ingin. Saya sangat ingin.
Saya (akan) merindukan itu semua. Saya akan merindukan saat-saat saya bercanda bersama teman saya saat jam pelajaran berlangsung. Saat mendengar ocehan guru saya yang jengkel dengan kelakuan murid-muridnya. Saat kami bernyanyi bersama. Saat setiap amarah pecah karna sudah tak tertampung. Saat saya dimarahi (semua) guru olahraga saya karena saya tidak mau melakukan perintahnya. Saya kangen itu semua. Saya kangen saat saya dan yang lain mengendap-endap ke kantin saat jam belajar. Saat saya dan teman lain duduk diteras depan kelas dan membahas segalanya.
Saya akan merindukan ibu Pardosi dengan sikap murah senyumnya. Ibu Lumban dengan sejuta kasih sayang dan pengertiannya. Ibu Desrita dan Pak Muslim dengan ribuan kegokilannya. Ibu Kamelia dengan kehebatannya dalam menjaga rahasia serta kesediaan waktunya melayani curhat yang tidak jelas. Miss DJ dengan kemodisannya. Mom Dina dan Miss Ana dengan intelegent dan matematika nya yang hebat sekali. Dengan Mister fattahun yang membuat saya semakin jatuh cinta pada bahasa inggris, dan menghilangkan rasa kantuk saya dikelas. Dengan Mom Erlinda yang sangat cerdas dan jutaan nasehatnya. Dengan Mister Jon dengan semua teriakannya. Bu zulvita dengan karya ilmiahnya. Dan yang pasti dengan Miss Rinjani dengan pengertiannya. Kebaikannya. Lucunya. Dan hebohnya. Maaf. Maaf Saya tidak bisa menyebutkan satu persatu nama semua guru saya. Tapi satu yang pasti. Saya sayang kalian. Saya akan sangat merindukan kalian semua. Saya berterimakasih sebesar-besarnya kepada kalian semua atas semuanya. You’re the best J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar