"Aku percaya diantara jariku yang tersulam dan telapakmu yang menengadah, ada satu diantara seribu kisah mustahil tentang perbedaan yang dikabulkan."
"Kalau-kalau mempertanyakan keberadaanku, hitunglah tulang rusukmu; barangkali jumlahnya tak lagi kurang satu."
"Sungguh lucu aku berbisik mencintaimu ditengah hingar bingar pasar rindu; berharap busurnya tepat mengenai gendang telingamu."
"Selalu menyenangkan berkencan di tengah hujan, riuh rintikkannya lihai menutupi debaran. Setidaknya untukku yang kelewat pemalu."
"Ombak mengajarku ‘tuk menarik dan mengulur kamu. Ia akan mundur menjauhi pesisir dan kembali maju melebihi yang terdahulu."
"Aku menanti di ambang pintu, barangkali rindu pulang membawa tamu, kamu."
"Acapkali yang rapih tersurat, tetiba diralat. Apa boleh buat, mereka belum sepakat untuk terikat."
"Setidaknya aku bersyukur, Tuhan pernah menyempatkan kita ada dalam satu rencana hebatNYA." — (via perplexedpixie)
"Tuhan menciptakan jarak, lalu rindu, dari tulang rusuknya."
"Mengakhiri sesuatu dulu tidak pernah sesulit ini, kamu, pengecualian."
“Kan ku kalikan besarnya cintamu padaku dengan cintaku padamu agar mencukupi tuk dibagikan ke kanak-kanak kita kelak.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar